KETEGUHAN HATI DAN KEBESARAN JIWA

Sabtu, 13 Agustus 2011

Batu Bata


BATU BATA
A. Sejarah Batu Bata
Kira-kira dimulai pada 8000 B.C. di Mesopotamia, manusia menemukan pertama kali bahwa
tanah liat dapat dibentuk dan di jemur untuk menghasilkan bahan bangunan. Menara Babel
dibangun dengan menggunakan bata yang dijemur. Juga digunakan di banyak bagian dari Timur
Tengah, Afrika Utara dan Amerika Tengah dan Utara.
Pada peradaban Babylonia (4000 B.C.) yang dibangun di lembah antara sungai Tigris dan
sungai Efrat. Lumpur tebal dan tanah liat dari sungai-sungai ini sangat cocok untuk pembuatan bata,
yang kemudian menjadi bahan bangunan yang urnum pada peradaban tersebut. Kerajaan dan kuil di
bangun dari bata jemur, dan permukaannya menggunakan bata berlapis/kilap. Penggalian akhir-
akhir ini di Mesir, menunjukkan bahwa pada masa Mesir kuno telah digunakan bata yang dijemur
dan yang dibakar menggunakan tungku untuk pembangunan rumah dan tempat suci.
Orang Roma juga raenyebarluaskan penggunaan bata, antara lain pembuatan bata masuk ke
Inggris setelah serangan Roma pada 54 SM, seperti untuk pembangunan Kastil Colchester yang
dibangun dari 1080 bata bekas. Sekarang kastil ini dipakai sebagai museum sejarah. Bata Roma
memiliki ketebalan yang sangat tipis dibanding dengan panjangnya. Dimana bata-bata tersebut
diletakkan di atas lapisan mortar yang tebal.
Setelah kejatuhan/runtuhnya Roma pada 410 M, maka seni membuat bata tersebut hilang di
seluruh Eropa hingga awal dari abad ke 14. Industri bata kembali marak setelah Flemish masuk ke
Inggris pada abad tersebut dan kemudian, keahlian ini masuk ke Australia bersama Pembuangan
Pertama (The First Fleet). Bangunan-bangunan bata yang pertama di benua Amerika Utara di
bangun pada tahun 1633 di Pulau Manhattan dengan menggunakan bata-bata yang diimpor dari
Belanda dan Inggris.
Bagaimanapun juga pemanfaataimya baru maksimal hingga ditemukan pembakaran bata
dengan tungku yang menghasilkan bata yang betul-betul awet. Tungku bata yang pertama
dioperasikan di Amerika Serikat adalah sekitar tahun 1650.Bata-bata yang dihasilkan pada masa
lampau mungkin agak sulit untuk dikenali karena spesifikasi yang sangat berbeda. Misalnya bata
dari Assyria, ditengah Mesopotamia beratn
ya lebih dari 18 kilogram, atau bata dengan bentuk
segitiga digunakan untuk membangun koloseum Roma, lagi pula bata umum yang beredar di
pasaran sangat tipis menyerupai tegel lantai saat ini.\
B. Definisi Batu Bata
Batu bata - sebagai wakil dari material yang dibuat oleh home industry adalah suatu unsur
bangunan yang diperuntukkan pembuatan konstruksi bangunan dan yang dibuat dari tanah dengan
atau tanpa campuran bahan-bahan lain, dibakar dengan suhu yang cukup tinggi sehingga tidak dapat
hancur lagi bila direndam dalam air.
C. Jenis – Jenis Batu Bata
Jika disesuaikan dengan bahan pembuatannya, secara umum batu bata digolongkan dalam 2 jenis:
1. Batu Bata Tanah Liat
Batu bata yang terbuat dari tanah liat ini memiliki 2 kategori utama, yaitu bata biasa dan
bata muka.
Bata biasa memiliki permukaan dan warna yang tidak menentu. Bata ini digunakan untuk
dinding dan ditutup dengan semen. Bata biasa seringkali disebut dengan bata merah
Bata muka memiliki permukaan yang baik, licin dan mempunyai warna atau corak yang
sama. Meski digunakan untuk dinding juga, namun bata muka tidak perlu ditutup lagi dengan

semen. Bata muka biasa disebut sebagai bata imitasi.
2. Batu Bata Pasir-Kapur
Sesuai dengan namanya, batu bata ini dibuat dari campuran kapur dan pasir dengan
perbandingan 1:8 serta air yang ditekankan kedalam campuran sehingga membentuk bata yang
sangat padat. Biasa digunakan untuk bagian dinding yang terendam air dan memerlukan kekuatan
tinggi.
D. Batu Bata Menurut Standar
1. Yayasan Dana Normalisasi Indonesia
Standar Bata Merah di Indonesia oleh Y.D.N.I. nomor NI-10 menetapkan suatu ukuran
standar untuk bata merah sebagai berikut:
a. Panjang 240 mm, lebar 115 mm, tebal 52 mm.
b. Panjang 230 mm, lebar 110 mm, tebal 50 mm.
Penyimpangan yang diijinkan oleh standar tersebut untuk panjang adalah maksimum 3%,
untuk lebar adalah maksimum 4%, sedangkan untuk tebal adalah maksimum 5%.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Premium Blogger Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lulut Laraseta, Indonesia